pantai homme.
ada di belakang rumah cilandak. ketemu kak angky, kak lita, om ifin. setelah salam-salaman, aku tetap berjalan, tanpa tujuan. setelah semak-semak, kulihat deburan ombak itu. di sebelahku ada seorang cewek yang baru kukenal on the pot dan langsung jadi teman. dia menjelaskan ini pantai homme. langit mendung. pasirnya coklat muda. disediakan bangunan kecil untuk ganti baju dan mandi. aku heran kok sudah lumayan terstruktur sementara aku baru tau pantai ini. kamar mandinya pun bersih. aku melepas semua yang kupakai, jadi telanjang. saat aku keluar dari kamar mandi itu baru kusadari, nggak sepatutnya aku telanjang. minimal pakai bikini. kenapa aku kok kayak manusia purba begini. aku pun balik lagi untuk pakai celana dalam dan kaus, terus ke luar nemu lapak sport bra. aku pilih yang ukuran 64, sambil ngobrol-ngobrol dengan mbak penjual. Aku bilang sungguh aku tidak tahu ada pantai ini, dan sejak kecil aku sering berkeliaran di daerah Cilandak. Tapi dia jawabnya nggak nyambung, dia bilang toko bikini dia juga ada di pintu masuk, tepatnya di rumah Cilandak, nama tokonya "Mawar". Saat kami berbincang, kulihat ombak makin besar dan makin besar. hempasan ombak sampai dekat ke lapak padahal kami berada jauh dari bibir pantai. Lalu kulihat ombak sangat tinggi kira-kira tingginya seperti tiga orang setinggi aku disusun vertikal. aku pun teriak dan lari.
mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar