Rabu, 15 Januari 2014

bunga tidur

selasa jam satu pagi

aku ada di rumah tua di daerah pegunungan. rumah itu kecil dan sangat sederhana, furniturnya dihinggapi jaring laba-laba. Ada Mama dan Ayah. Setting waktunya malam hari. Tampaknya kami menginap di situ, entah siapa tuan rumahnya. Ada seorang bapak ngajak kami ke luar, dan di jalan terlihat tanda berwarna kuning fosfor, seperti tiga lingkaran, dan dia bilang di situ Mbak Luluk meninggal dunia.Terus Mbak Luluk datang, beliau kelihatan sehat, pakai jilbab warna putih Dia datang bersama beberapa orang lainnya yang terasa sangat familiar, mungkin di masa kecilku. Kami duduk di beranda rumah itu dan ngobrol. Aku ngobrol sambil nangis karena rindu

rabu jam tiga pagi

laut. laut biru dengan ombak yang memukul-mukul, tapi terbelah beberapa meter dari pesisir pantai ke tengahnya, ada gay-gay temannya Lian minta tolong aku fotoin.

rabu jam sebelas malam

aku sudah kerja di FFTV IKJ jadi sekprodi nya Matius. Di ruangan kaprodi yang kecil aku dengar musik, seperti tetabuhan alat musik tradisional. Aku joget asal-asalan, kemudian berhenti, khawatir ada kamera CCTV. Saat aku keluar ruangan kulihat dua mahasiswa musik sedang latihan dengan gitar masing-masing, dan di tembok terpajang poster-poster konser akbar, oh jadi sekarang gedung FFTV dicampur dengan jur.musik, pikirku. Orang-orang itu mukanya seperti umur 30an, mungkin mahasiswa Pasca Sarjana. Aku menemui mahasiswa-mahasiswa nya mas Matius untuk mendaftar siapa saja yang akan ikut ujian. Ada Dedi Error. Aku duduk satu meja dengan mahasiswa-mahasiswa ini, kebanyakan angkatan 2007. Aku ngobrol dan ketawa-ketawa sama mereka sampai tanpa kusadari buku absenku hilang. Aku panik nyariin tapi berusaha tampak tenang.

Aku sekarang ada di alam terbuka, seperti padang rumput yang berbukit-bukit, ada banyak orang. Ini seperti acara workshop atau semacamnya dan aku merasa tidak enak badan. Terus ada cowok yang jagain aku. Aku malas sama dia karena mukanya tua dan pokoknya nggak menggairahkan tapi dia baik. Aku main tarot dan sampai tiga kali ambil kartu, sama terus. Kartu "Gay Hand" gambar muka cewek dan tangan menengadah ke atas. Kata orang itu pertanda yang sangat buruk, aku mungkin akan jadi makin sakit atau mati. Aku tidak merasakan ketakutan sama sekali. Mood ku dalam mimpi itu adalah santai dan malas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar