Installation of Disease Evaporation. Insane Dance Erection, or anything, you name it. IDE.
Untuk bertemu sesuatu yang diluar jangkauan, kau harus sampai pada titik muak.
Aku muak mengais-ais uluran tangan untuk dibawa menyusuri jalan setapak yang gelap: tari.
Aku bertemu mereka saat tanganku berhenti memohon. Aku bertemu IDE saat kakiku mulai berjalan mencari jalan, saat aku mulai sok tahu dan nggak tahu malu. Hahaha, ternyata sikap itu diterima oleh alam dan dipertemukanlah aku dengan hari ini.
Apapun yang terjadi hari ini, sayangku, adalah hasil panen dari butir-butir aksi yang kau tabur di hari-hari sebelumnya. Karena sudah nekat bikin anak orang menggerakkan rangkaian tambal sulam ku dengan lagu Hometown Glory Adele, karena sudah berani malu melihat diri sendiri menari tanpa arah di depan kaca, dan karena sudah seperti binatang yang menyalurkan hasrat menari di jembatan trans jakarta,
alam memberiku hadiah eksplorasi tubuh di bawah arahan Yola malam ini.
Setiap hari adalah bingkisan hadiah, entah apa isinya. Satu-satunya yang harus kulawan adalah pikiranku sendiri, dan satu-satunya yang harus kudengarkan adalah tubuhku sendiri. I'm a fuckin writer, how the fuck I could do that? Well, prepare for a marvelous switch, like from day life to dream, atau seperti nada polifonik ke gema pentatonik.
Gila itu nasib, tapi mengikuti kegilaan itu pilihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar